Pages

Friday, 19 September 2008

Thariqat dan sufi itu beda

Seorang guru penulis di Penanggungan memberi sebuah persepsi tentang sebuah thariqat yang sering dijadikan sebuah jalan menuju kepada Allah dengan mengatasnamakan jalan dari Syekh Abdul Qadir Jaelani, sering disalah artikan oleh banyak pihak, dan sudah lama terjadi perdebatan di kalangan ulama tentang hal ini.

Menurutnya, ada perbedaan antara thariqat dan sufi. Thariqat atau washilah (yang berarti jalan),seringkali mempunyai kecenderungan seperti di bawah ini :
(Ali Imran :78)
Sesungguhnya diantara mereka ada segolongan yang memutar-mutar lidahnya membaca Al Kitab, supaya kamu menyangka yang dibacanya itu sebagian dari Al Kitab, padahal ia bukan dari Al Kitab dan mereka mengatakan: "Ia (yang dibaca itu datang) dari sisi Allah", padahal ia bukan dari sisi Allah. Mereka berkata dusta terhadap Allah sedang mereka mengetahui.
(Ali Imran:79)
Tidak wajar bagi seseorang manusia yang Allah berikan kepadanya Al Kitab, hikmah dan kenabian, lalu dia berkata kepada manusia: "Hendaklah kamu menjadi penyembah-penyembahku bukan penyembah Allah." Akan tetapi (dia berkata): "Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani , karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya.

Sufi (sebuah kata kerja), tasawuf (teori), adalah sebuah sikap menyucikan diri dengan jalan tidak mencintai dunia dengan segala hiasannya (tetapi tidak berarti menjadi fakir miskin), kita lihat kalam Allah :
(Ali Imran:92)
Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.
(Al Qashash:77)
Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (keni'matan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.

Pelajaran diatas didapat beliau setelah mendapat pengajaran dari Syekh Abdul Qadir Jaelani melalui mimpi.

Pastinya di dunia ini banyak persepsi yang ada, Semoga Allah menunjukkan jalan yang benar kepada kita semua. Amin

No comments:

Chatt Bareng Yuk


Free chat widget @ ShoutMix