Pages

Monday, 22 September 2008

Memaknai Zakat

oleh BAH

Zakat, salah satu ibadah azas yang mempunyai makna sosial. Banyak kitab-kitab yang mengulas mengenai zakat, baik secara kontemporer maupun liberal, baik mengenai sistematis maupun tentang hukumnya.


Saya disini hanya memberi pengertian tentang zakat berdasarkan ruh qurani. Dalil tentang zakat dan sholat di al Quran mayoritas digandeng, sejumlah 63 ayat yang menyebutkan tentang sholat dan zakat (dirikan sholat dan tunaikan zakat, dirikan sholat dan berinfaklah), hal ini pasti mempunyai maksud yang jelas yakni sholat dan zakat mempunyai otomatis jalan, sebagai contoh sholat adalah mobil dan zakat adalah bensinnya, ketika sholat jalan terus maka zakat seyogyanya juga jalan terus.



Setiap pendapatan bagi orang muslim adalah bruto, sedang yang menjadi halalan thoyiban adalah nettonya. Zakat sebagai pembuang kotoran atau reduksi dalam makhluk hidup, dan menghasilkan pribadi yang bersih. Peruntukan zakat untuk 8 kelompok itu hanyalah sebuah sistematis penitipan rejeki mereka kepada si kaya. Adapun cara teknis penyampain zakat adalah tersembunyi. Sebagai analagi saja, masak orang buang kotoran ngomong-ngomong, pasti malu bukan?


Tidak bermaksud menabrakkan pengertian diatas dengan pandangan jumhur ulama yang mengatakan zakat satu tahun sekali dan harus nyata dalam pelaksanaannya, tapi sekedar mengingatkan agar tujuan zakat yang nyata adalah fakir miskin tidak kelaparan.


Marilah kita bersama sholat dan diimbangi zakat, agar bisa sampai ke tujuan.


No comments:

Chatt Bareng Yuk


Free chat widget @ ShoutMix