Pages

Wednesday, 9 July 2008

Khitan dan Korupsi

Ustadz di kampung Maling

Mungkin ada yang masih ingat dengan ungkapan ustadz di kampung maling?Nah saya mencoba merefresh ingatan anda tentang ungkapan dahsyat dan cukup membuat merah telinga Jaksa Agung kita. Lebih jelasnya bisa klik sini. Suatu permainan kata-kata yang membuat darah naik dan dengan sangat jeli wartawan (entah disadari oleh anggota dewan atau tidak jika rapat itu tebuka untuk umum) mendokumentasikan acara yang bak teater, sangat emosional, penuh amarah.



Tahun 2008 ini kita dihadirkan atas keberhasilan KPK menjebloskan banyak anggota Dewan ke penjara. Paling anyar adalah Bulyan Royan, seoranng anggota Dewan asal Partai Bintang Reformasi, teman seperjuangan dari Anhar; penemu amunisi"ustadz di kampung Maling" yang ditembakkan ke arah Jaksa Agung. Saya membayangkan pada saat tertangkapnya Bulyan, Abdurahman Saleh, mantan jaksa agung yang digelari ustadz oleh Anhar, tersenyum mengatakan bahwa sekarang dia mengerti bahwa ungkapan itu lebih tepat digunakan kepada si pengucap.



Cultural Shock ala Indonesia

Seperti biasa, ketika maling tertangkap semua akan mencaci maki dan berusaha menghakimi sendiri. Semua koran dan internet, hampir semua, mencaci dan menghujat. Bahkan melebihi batas kemanusiaan. Meskipun para maling berdasi ini mendapatkan perlindungan ekstra sehingga nasibnya tidak setragis maling jemuran, yang tak jarang mereka ini dibakar massa jika tertangkap.


Gejala ini saya kategorikan sebagai culture-shock.Menurut Prof. Dr. Awan Mutakin, M.Pd culture-shock adalah kejutan-kejutan budaya yang terjadi pada tatanan kehidupan suatu masyarakat yang tengah menghadapi berbagai perubahan.


Seperti contoh berita dibawah ini. Begitu tampak emosionalnya rakyat mendapatkan berita yang menurut saya adalah bukan barang baru. Sudah lama korupsi menggerogoti bangsa kita. Dan sebenarnya tak perlu kaget jika ada berita tentang hal tersebut.


Detik.com
Selasa, 08/07/2008 19:15 WIB
Bulyan Keluar KPK Hujan Makian
Ramadhian Fadillah - detikNews

Jakarta - Usai diperiksa selama 9 jam akhirnya tersangka dugaan kasus suap pengadaan kapal patroli Dephub, Bulyan Royan meninggalkan Gedung KPK. Bulyan sempat dimaki-maki seorang aktivis anti korupsi asal papua.

Bulyan keluar sekitar pukul 18.30 WIB. Ia hanya meminta maaf kepada para wartawan yang menunggunya di tangga KPK.

"Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada rekan-rekan semua karena saya dalam proses pemeriksaan. Nanti setelah selesai kita bicara," kata politisi PBR ini di KPK Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (8/7/2008).

Bulyan kemudian menuju mobil tahanan, namun tiba-tiba seorang pria benama Dorus memaki-makinya. Pria asal Papua ini bahkan sempat ingin memukul koban. Untunglah aksi nekat ini dihentikan petugas keamanan KPK.

"Bangsat, perampok, koruptor goblok," makinya.

Dorus mengaku kesal karena laporannya soal korupsi tak juga ditindaklanjuti KPK. Sebelumnya Dorus juga sempat memaki-maki tersangka aliran dana BI Anthony Zedra Abidin yang keluar lebih dulu.(rdf/fay)

Sebuah budaya kagetan ini sangatlah menjadi-jadi dewasa ini. Padahal dalam filsafat Jawa sudah dimaktubkan "Ojo dumeh, Ojo kagetan, Ojo nggumun lan Ojo lali" (jangan mudah takjub, jangan mudah terkejut, jangan mudah heran dan jangan mudah lupa). Sayang cultural shock telah menjangkiti bangsa Indonesia yang tidak siap untuk menghadapi kasus hukum. Kalau boleh kasih pendapat, kaget kaget sih boleh tapi dikit, dikit-dikit kaget, kalau kaget mbok ya cukup sedikit.



Korupsi sudah selesai?

Dalam Kamus Hukum korupsi diartikan sebagai penyelewengan atau penggelapan uang negara atau perusahaan sebagai tempat seseorang bekerja untuk keuntungan pribadi atau orang lain. Kamus Lexien Webster (1978) menyebut korupsi dalam pengertian kebejatan; ketidakjujuran; tidak bermoral; penyimpangan dari kesucian. Dalam bahasa hukum kita, korupsi adalah perbuatan secara melawan hukum dengan maksud memperkaya diri sendiri/orang lain (perseorangan atau korporasi) yang dapat merugikan
keuangan/perekonomian negara (UU No. 20 Tahun 2001). Tapi akhir-akhir ini saya lebih condong kepada pengertian korupsi dari Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI) "pengertian "korupsi" lebih ditekankan pada perbuatan yang merugikan kepentingan publik atau masyarakat luas untuk keuntungan pribadi atau golongan".


Korupsi berjamaah, demikian sering disebut sudah menjadi tradisi. Begitu mengakar. Untuk lebih jelasnya anda bisa klik sini. Disitu anda akan melihat satu sebab yang paling pokok yakni Aspek Organisasi. Dari sinilah bermula akar sosial budaya yang menjadikan organisasi pemerintahan bak aristokrasi modern di Indonesia. Sebuah lingkaran hitam yang susah untuk ditembus. Tapi tunggu dulu, ada satu yang menjadikan suatu bangsa ini adalah negeri sejuta maling yakni latar belakang budaya indonesia sendiri. Budaya yang mengagung-agungkan materi menjadikan negeri ini membelokkan sikap yang suka jalan pintas. Tabrak sini tabrak sono, telikung sono telikung sini (sangat terlihat juga dari cara berlalu lintas di Indonesia hahaha).

.

Korupsi di Indonesia tidak akan selesai dengan hanya gertak sambal KPK. Tidak mungkin budaya yang sudah mengakar kuat dikalahkan dengan organisasi seumur jagung (tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada KPK, khususnya mantan dosen saya, Haryono Umar). Hanya kemauan kuat yang membuat seseorang bisa keluar dari jeratan sakit yang terjadi karena kebiasaan buruk. Jawabnya hanya satu, masyarakat itu sendiri. Dengan cara apa?mulai dari mana?


Dalam syariat islam, ada sunnah Ibrahim yang cukup terkenal yakni khitan. Khitan mengandung makna membersihkan bagian tubuh yang bisa sebagai bendungan najis atau kotoran. Nah melalui pelajaran yang kecil itu saja kita bisa. Potong bagian kita untuk kebersihan. Budayakan sikap untuk tidak menumpuk lemak-lemak yang tidak berguna. Sabarlah. Biar sakit sedikit tapi membuat kita akan suci. Jangan takjub dengan keindahan lemak-lemak yang bisa membuat kanker prostat dan akan membutuhkan dana yang cukup besar untuk mengobati agar menjadi sehat. Ya, suatu biaya besar yang harus ditanggung oleh kita, bangsa Indonesia sekarang. Sunnatlah bangsa Indonesia !


No comments:

Chatt Bareng Yuk


Free chat widget @ ShoutMix