Pages

Tuesday, 29 July 2008

Bagaimana sih Pemimpin Ideal itu?

Kemarin pertengahan bulan Juli saya sengaja datang ke seorang guru, saya sebut demikian karena dia menolak untuk disebut kyai (takut riya' katanya). rumahnya cukup sederhana dan yang unik bagian balai (ruang tamu) dibuat luas dan tanpa sofa semacam ruang pertemuan, sebuah model bangunan khas ala rumah kyai di jawa timur yang pernah saya temui. Mungkin bedanya, di rumah guru yang saya temui ini jarang ditemui hiasan kaligrafi, dan pastinya TV pun tidak ada hehehe.



Saya pun mulai menanyakan suatu hal yang membuatku bingung (atau banyak rakyat yang bingung?) mengenai masalah politik di Indonesia yang menurut saya gagal menghasilkan pemimpin-pemimpin yang dibutuhan untuk keluar dari krisis.
"Pak bagaimana sih parameter pemimpin ideal itu?" Tanyaku
"Kriteria pemimpin ideal adalah seperti tersurat :
(Ali Imran:26)
Katakanlah: "Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.

(Ali Imran:27)
Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup . Dan Engkau beri rezki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas)".

(Ali Imran:28)
Janganlah orang-orang mu'min mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mu'min. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Dan hanya kepada Allah kembali (mu)" Jawab Sang Guru.
"Menurut bapak bagaimana dengan tokoh yang ada sekarang" Aku memancingnya
"Belum. Belum ada" Beliau menimpali
"Bagaimana tentang sistem perpolitikan yang ada melalui parpol" aku bertanya dengan elaborasi masalah
"Permasalahan bangsa ini adalah begini. Masalah ekonomi itu sangat erat berhubungan dengan pemasalahan politik, sedang masalah politik adalah berhubungan dengan persoalan Agama. Jadi hematnya begini dari urutan paling pokok :
1. Agama
2. Politik
3. Ekonomi
Urutan diatas tidak boleh dibolak-balik. Jangan menggunakan agama sebagai basis partai apalagi asas partai. Itu hanya mengakibatkan bencana" Sang Guru pun menjelaskan dengan bijak.
"Satu hal lagi, jangan membohongi umat. Beri mereka makanan fisik dulu sebelum memberikan makanan psikis. Jangan diberi ceramah ketika masyarakat sedang lapar"Tambah sang Guru.
Akhirnya saya pun mohon diri dan puas dengan jawaban, meski tidak berupa raut muka wajah seseorang, atau pula berbentuk simbol (entah kepala banteng, beringin atau bintang-bintang), tapi itu cukup sebagai konsep mengenai calon pemimpin di masa akan datang. Optimisme itu harus. Optimis kepada Allah pastinya. Jaminan 1000 persen.

No comments:

Chatt Bareng Yuk


Free chat widget @ ShoutMix