Pages

Thursday, 14 February 2008

Tembanganmu, Cak Murtadhi....

Bukan lagi cinta yang dibilang
Mereka sudah menjalani dengan tak berbilang
Melewati desiran waktu demi waktu
Nasib hidup telah dipasrahkan, kepadamu

Demi kasarnya tanganmu berlukis.....
Untuk lukisan hitam kelam keriputmu..........
Khusus untuk warid dan wiridmu...

Jelas wajahmu tertangkap di depan
Terbacalah kitab dengan sir-sir maulana
Tak perlu dihijabkan oleh ka’bah
Untuk membilas kesejukan dada

Kota Para Koruptor, 14 Februari 2008

No comments:

Chatt Bareng Yuk


Free chat widget @ ShoutMix