Pages

Monday, 17 November 2008

The Potential a World Superpower (4)

Oleh Lena Soares & Associates
alih bahasa : Satya Utama
Lisno Setiawan

Mitos tentang Dominasi Ekonomi etnis Cina

pada sector ekonomi pertumbuhan dengan rata-rata 8% tiap tahun selama 2 dekade. Tetapi percaya tidak percaya, Sektor ekonomi di Indonesia tidak didominasi oleh sector swasta etnis cina, tidak juga oleh uang dan investasi etnis cina yang berdampak terhadap bangsa ini.


Apa yang terlihat adalah “permukaan: dari pertumbuhan ekonomi. Tidak “dimana” dan “bagaimana” investasi ini dan darimana hasil pertumbuhan ini. Minoritas cina ini telah menghasilkan kurang dari 5%, atau kurang dari 10 juta penduduk dari total populasi dari 215 juta penduduk.



Lagipula, sector ekonomi nasional – seperti sktor ekonomi semua negara – terdiri dari 2 sektor, sector swasta dan sector pemerintah. Minoritas cina ini tidak mendominasi sector swasta dan sector public.


“Dominasi Cina” adalah dominasi dari sebagian sektor swasta, deperti perdagangan dan sector distribusi. Tidak semua sector swasta, dan pastinya tidak pada sector pemerintah dan public.


“dominasi cina” adalah dominasi sebagian dari sector swasta, yang merupakan sektor perdagangan dan pendistribusian. Tidak semua sector swasta, dan pastinya tidak sector pemerintah atau public.


Ini adalah sebuah kesalahan persepsi, dan menjadi sebuah kepercayaan, dalam media internasional, dan melalui banyak “ahli” di berbagai negara termasuk Singapura, Hongkong, Australia, dan juga ahli ekonomi Indonesia, beberapa kali, mengulang kembali kata-kata kolega luar negerinya dikarenakan kecenderungan beberapa orang Indonesia yang berpikir bahwa apabila telah dipuji oleh pihak luar ngeri, maka sesuatu menjadi kebenaran.


Sektor distribusi swasta adalah sangat kecil dibandingkan oleh seluruh sector public-kecuali sector swasta dan distribusi USA, yang memberikan dukungan kepada pihak Pemerintah USA melalui pajak. Sektor publk seperti telekomunikasi, energy, minyak, transportasi, perbankan, senjata, pajak, pelayanan umum dan sector lainnya yang didominasi oleh sekumpulan monopoli pemerintah. Total balik modal mereka ratusan miliar.


“bagaimana” dan “di mana” sector perdagangan dan distribusi tidak dapat eksis tanpa bagian dari sector swasta dan public yang dimiliki oleh lingkungan pribumisuatu bangsa, sebagai contoh, pendistribusian peralatan telekomunikasi. Atau energi listrik dan pendistribusiannya, tidak dapat eksis tanpa pengoperasian perusahaan yang dimiliki oleh lingkungan pribumisuatu bangsa.


Terdapat 3 sistem jaringan GSM, 2 CDMA dan 3 AMP di Jawa, Bali, Sulawesi dan Sumatra, dan 1 GSM yang digabungkan satelit telepon, pertama di dunia, yang mencakup seluruh mesin pencarian se asia, bagian dari austria utara, seluruh jaringan di utara seperti cina, Jepang, dan barat laut seperti Asia Tengah. Ketika seorang pengguna di wilayah tengah (pertengahan samudera Hindia, contohnya), sistem yang otomatis memindahkan sinyal ke satelit. Ketika pelanggan masuk ke dalam sebuah area GSM di Beijing, Cina, contohnya, handphone pelanggan otomatis masuk ke dalam cara GSM dimana operatoe satelit, Pacific Satellite Nusantara, yang dimiliki oleh seorang Indonesia bekerjasama dengan Hughes, pembuat sistem satelit, memindahkan sinyal melalui sistem cina dimana PSN mempunyai perjanjian jelajah. Sinyal berpindah dari satelit ke GSM dan mewakili umpan balik yang tak berlapis.


Selain itu, Jelajah agen dari merek terkenal seperti Motorola, Siemen, Philip dan Nokia digolongkan sebagai sektor perdagangan dan pendistribusian, yang dilakukan oleh lingkungan pribumisuatu bangsa dalam sebuah kerjasama dengan perusahaan mereka. Jumlah total jaringan pesawat telepom kurang lebih 2,5 juta pada akhir 2000 (diperkirakan mencapai 3 atau 4 juta pada 2001. Jumlah handphone di peredaran melebihi jumlah itu dikarenakan orang memiliki lebih dari satu handphone untuk satu nomor (dengan memindahkan kartu SIM kedalam HP yang lain).


Pendapatan dari penjualan handphone adalah kecil dibandingkan pelayanan outlet pada suatu negara yang dilakukan oleh suatu lingkungan pribuminegara sebagai penyelenggara agen jelajah dan diberikan mayoritas kepada komunitas bisnis lingkungan pribumi minoritas etnis cina.


Ini tipe pengaturan yaitu perwakilan yang mana seluruh bisnis komunitas Cina dilakukan, menjadi sebuah pendistribusian handphone, atau paling besar berjuta (dan bermiliar) konglomerat.


Tidak ada bisnis besar dalam seluruh bidang yang dapat eksis tanpa dukungan dari keluarga eksklusif Soeharto. Atau tanpa dukungan lingkungan pribumi (pemerintah yang korupsi) yang posisinya dapat memberikan ijin operasi bisnis.


Tetapi pemain dalam ekonomi yang adalah anggota lingkungan pribumi dan yang menetapkan siapa mendapatkan apa, khususnya selama huru hara anti cona 1998 dimana beberapa mall dan ratusan bisnis cina dibakar oleh kelompok yang dibayar untuk menciptakan chaos, awal sebuah pertanyaan pada diri mereka kapan penjualan turun : yang mendominasi siapa? “jika orang ini (distibutor dan agen pelayanan mereka) tidak tampak bekerja, kami akan memberi dealer ke orang lain” dan itu akan membuat banyak peminat.


Faktanya seperti ini diabaikan oleh analis yang biasanya duduk di bangku, naskah diatas permukaan realita bisnis, dan pandangan ekonomi dari pakar. Mereka bukan pemain dalam ekonomi, bukan mereka yang harus mendukung aktivitas tersebut, tidak harus melihat hidup atau mati kelangsungan realita bisnis di Indonesia, atau membuat pilihan –mereka tidak akan membuat lebih baik dan tidak jarang, sebaliknya mereka akan membunuh kebijakan bisnis. Pandangan dari area permainan suatu bidang, dan pengalaman permainan yang didukung ”kebenaran ekonomi Indonesia” sangat jauh berbeda daripada pandangan di atas kertas. Beberapa kali nalist, termasuk pemain non Indonesia, salah pengertian terhadap sesuatu yang mengambil sebuah tempat di suatu bidang. Ini sesuatu sama dengan ucapan menjelaskan ketika pertama kali bagaimana menyetir sebuah mobil, dan ketika dia duduk menyetir, pengalaman menyetir mobil lebih jauh berbeda daripada hanya mendengarnya saja.


elekomunikasi secara de jure bukan sebuah monopoli pada 8 September 2000, tetapi secara de facto pemerintah masih seorang pemain dan operator, dan masih pendukung non permanen dalam struktur tarif.


Sementara ekonomi terus berubah dan menurun (beberapa orang berkata akan berhenti) ketika terjadi sentimen anti cina pada 1998, “Ekonomi” ini adalah utama nya pendistribusian ekonomi dari suatu barang. Itu sangat sulit untuk memilih lukisan, handphone, sparepart otomotf, atau contoh barang penting lainnya. Tetapi telepon, listrik dan sistem lain yang dapat hidup dan berfungsi, yang selanjutnya digunakan untuk bekerja.


Pendistribusian makanan atau pendistibusian sembako (gula, beras, etc) berlanjut dekarenakan telah dikontrol oleh pemerintah. Ketika komoditas sulit untuk ditemukan dikarenakan pendistibusian bermasalah, pemerintah mengimpor dan mendistribusikannya langsung tanpa menggunakan fasuilitas pendistribusian tradisonal, yang biasanya sulit dan menyebabkan kekacauan.c

Sektor pendistribusian makanan, juga didominasi oleg etnis cina, sebagai pusat praktek kecurangan, kenaikan harga dan menyengsarakan rakyat kecil. Contohnyua, jeruk dari Afrika Selatan dan apel dari washington, USA adalah lebih murah dari buah-buahan produksi lokal. Tetapi tipikal distributor cina tidak dapat menghilangkan praktek kecurangan karena aparat pribumi memberikan izin bisnis selalu dengan meminta sebuah potongan dari keuntungannya, alhasil pasti terjadi kenaikan harga.
Dalam rekonsiasi masyarakat etnis Cina, Presiden Gus Dur tulisan Cina untuk hadir. Sekarang kita telah memiliki surat kabar dan program televisi Cina.

Mengapa dominasi ekonomi cina sebuah mitos

Mitos dibangun 32 tahun lebih pada era Soeharto dikarenakan pemerintah memberikan kekhususan untuk memilih komunitas etnis Cina. Itu tidak diberikan seluruh komunitas etnis cina.
Pemilihan anggota komunitas etnis cina yang relatif dan dekat dengan keluarga Soeharto. Soeharto direputasikan separoh etnis cina, berayahkan oleh seorang Mr Liem Senior yang datang dari Cina daratan, dan bersahabat dengan wanita Jawa yang bekerja sebagai pembantu rumah tangganya (beberapa orang menyebutnya sebagai ”wanita penghibur”)
Liem senior adalah saudara bungsu yang mempunyai ayah bernama Sudono Salim, nama Indonesia Liem Siou Liong, yang belakangan menjadi keponakan pertama Soeharto.
Pemilihan anggota komunitas cina ditawarkan keponakan pertama Soeharto, turun temurun ke keponakan kedua, ketiga, dan bereratan dengan keponakan, berantai ke kerabat dan teman.


Mr Liem yunior sampai 1999 selanjutnya memiliki seluruh perusahaan di Astra Group (perakit dan distributor Toyota, BMW, Peugeot (tetapi bukan agen perantara yang penting seperti agen BMW yang diadakan oleh perusahaan pribumi lainnya), dan beberapa merek besar lainnya), sementara teman dekatnya, Willem Suryadjaya, mengadakan Xerox sebagai Astra Xerox. Hubungan itu hanyalah sebuah puncak gunung es. Perusahaan diatas dan banyak perusahaan lainnya telah diambil oleh pemerintah dan asetnya didistirbuikan oleh tender ke berbagai anggota masyarakat yang memiliki utang besar pada bank pemerintah.


Untuk mengatakan dominasi etnis Cina pada sebagian sektor swasta tidak benar; teapi untuk berkata dominasi asosiasi Soeharto cina pada sebagaian sektor swasta adalah lebih benar.


Masyarakat pribumi menumpahkan amarah selama keusuhan 1998 pada etnis cina adalah salah alamat. Banyak komunitas etnis cina yang tidak kouprsi, mencuri atau melakukan kesalahan lainnya. Mereka adalah orang yang sama dengan seperti etnis yang lainnya, berkosentrasi pada bisnis mereka, tanpa mengetahui tentang anggota Cina yang kenal dan berasosiasi dengan keluarga Soeharto. Tetapi mereka menjadi korban demokrasi anti Cina yang menyatakan etnis ”Cina” sebagai pencuri negara.


Mereka adalah pekerja dan orang cina hidup di tempat kumuh di berbagai belahan dunia seperti masyarakat lainnya. Prosentase etnis Cina yang melakukan hal yang baik dan yang hidup dalam kemiskinan, dibandingkan masyarakat lainnya, adalah hal yang wajar (contoh sedikitnya pengemis diantara mereka, dan kurangnya China untuk berbuat baik dikarenakan jumlah populasinya sedikit). Dikarenakan sifat alamiah sederhana masyarakat Jawa, dan sikap sederhana tersebut diambil dari aparat peemrintah yang kaya yang tidak mendukungnya untuk menjadi kaya, kita punya sebuah peraturan tak tertulis dimana para pribumi tidak boleh menunjukkan kekayaannya.


(bersambung)

No comments:

Chatt Bareng Yuk


Free chat widget @ ShoutMix