Pages

Tuesday, 11 November 2008

The Potential a World Superpower (2)

Oleh Lena Soares & Associates
alih bahasa : Satya Utama
Lisno Setiawan
2. Kerajaan-kerajaan Indonesia Bekerjasama dengan Rekan-rekan Asingnya
Kerajaan-kerajaan Indonesia ini selama bekerjasama dengan rekan-rekan mereka dari kerajaan asing, telah menyimpan simpanan mereka pada badan penyimpanan di Negara-negara asing tersebut, sama dengan warga Indonesia mempunyai deposito sebesar $10,000 pada Citibank di New York, atau United Overseas Bank di Singapura.
Sebagian besar dari Bank tempat penyimpanan tersebut seratus tahun belakangan telah menjadi Bank Central dari banyak Negara. Tetapi Jaminan-jaminan pada Bank dan besanya dana yang dimiliki Bank ternyata dimiliki oleh Depositor-depositor asli Warga Indonesia, dan akan tetap berada di bak-bank tersebut selama tempat penyimpanan Deposito-deposito tersebut masih berdiri.

Tetapi pada Kerajaan-kerajaan Indonesia, ada unsur persaudaraan dengan Kerajaan-kerajaan asing tersebut yang telah berlangsung lebih dari beberapa ratus tahun. Seperti Semua orang ketahui sebuah Hubungan Pribadi (Persaudaraan) berlangsung untuk ratusan tahun, terutama menyangkut besarnya jumlah asset, hal ini cukup berbeda dengan ketatnya hubungan bisnis yang mengikat para depositor(Penyimpan) dengan Citibank atau UOB.
Satu dari Kerajaan-kerajaan ini, sebuah bekas kerajaan di Pusat Jawa yang tidak disebutkan namanya untuk menjaga Identitasnya, telah diminta oleh Presiden Pertama Soekarno pada tahun 1935 untuk membantu dan mendukung revolusi dan perang kemerdekaan melawan Penjajah Belanda yang berkuasa. Kemudian Raja tersebut meminta rekan bisnisnya di Belanda untuk mengeluarkan dana Simpanan. Penguasa Belanda memenuhi permintaan tersebut karena dana tersebut adalah milik Raja Jawa tersebut, dan sebagai jaminan adalah Permintaan dari Raja Jawa tersebut. Tahun 1935 jika disamakan nilai pada tahun 1997 adalah sama dengan US$ 7 Triliyun, atau 7000 milliar dollar.
7 (tujuh) triliyun dollar ini juga merupakan bagian dari “Emas Soekarno”. Soekarno yang telah berkuasa selama 20 tahun, tidaklah pernah disebut sebagai Koruptor atau Pencuri (Perampas) dari Rakyatnya. Republik Indonesia yang baru telah dimulai dan pemerintahannya tidak mempunyai dana lagi untuk dicuri.
Soekarno memperoleh Emas-nya tidak hanya diperoleh dari kontribusi beberapa Raja Jawa, tetapi juga dari Orang-orang Arab, Orang China dan Taiwan, dan berasal dari barang-barang yang diselamatkan dari Kapal Pengiriman Emas Jepang yang tenggelam selama Perang Dunia II, dan diantara bebarapa sumber-sumber lainnya. Ada sejarahnya dan logikanya, alasan mengapa Pemimpin-pemimpin (raja-raja) ini memberi sebagian harta (emas) mereka kepada Soekarno. Salah satu yang paling penting adalah karena dia (soekarno) adalah Pemimpin yang diakui dan merupakan motor penggerak dari gerakan non sekutu. Bangsa Jepang bermaksud membuat Asia Tenggara menjadi sebuah Kerajaan Jepang, Mengirimkan (melalui kapal) emas atau perak dalam jumlah yang besar (sebagian dirampas dari daratan china) ke beberapa bagian dari Negara-negara Asia Tenggara sebagai bagian dari rencana mereka, tetapi pengiriman tersebut dihentikan oleh sekutu selama Perang Dunia ke-II melalui pemboman di Asia Tenggara dan selanjutnya bom atom di jepang. Hal ini telah dicatat dalam sejarah.
Tujuh Triliyun dollar ini masih sedikit dibandingkan dengan total asset kerajaan yang tidak hanya disimpan di Belanda tetapi juga di Negara-negara lain. Dan 7 Triliyun dollar ini merupakan milik dari satu kerajaan dan masih menjadi bagian kecil dari total semua harta dari 125 kerajaan yang disimpan pada Bank sentral luar negeri yang terdapat di 93 negara.
Hata ini akhirnya dipinjamkan kepada pendiri Negara RI pada 1945. Membaca sejarah Indonesia, satu yang dapat disimpulkan bahwa Soekarno telah memproklamirkan berdirinya suatu Negara : Kita seharusnya menata Negara kami Negara non blok”. Suatu peristiwa lain adalah sifat alami yang menghamburkan uang selama 20 tahun masa pemerintahnnya. Ini termasuk menarik keanggotaan PBB pada 1950 an dan merencanakan suatu Negara-negara non blok versi PBB yang tidak materialisme.
Soekarno adalah seorang yang berinteligensi tinggi, mempunyai daya tarik massa dan membuktikan kemampuannya memimpin sebuah Negara bersama dengan ratusan perbedaan budaya dan bahasa, beliau juga dihormati dg tinggi oleh para pemimpin Negara non blok, yang mewakili seluruh Negara-negara lain di dunia kecuali USA dan Eropa Barat, dihormati oleh Negara-negara Arab (khususnya sejak Indonesia menjadi Negara muslim terbesar di dunia), China, baik yang komunis maupun non komunisnya (karena Taiwan ingin menurunkan pengaruh komunis China di Indonesia sementara China daratan ingin mempertahankan status quo). Seperti orang lainnya tidak akan menyiarkan rencana proklamasi tanpa ada dukungan dana yang cukup.

(bersambung)

No comments:

Chatt Bareng Yuk


Free chat widget @ ShoutMix