Suatu hari seorang mursyid bercerita kepada murid mengenai mimpinya yang bertemu malaikat :
Malaikat : "Di akherat nanti, manusia dikumpulkan di berberapa golongan. Golongan pertama sampai ketiga berada di surga. Sedang dibawahnya adalah neraka. Nah yang pertama adalah tempatnya nabi-nabi dan para sahabatnya"
mursyid : "golongan kedua siapa?"
Malaikat : "Golongan kedua adalah syuhada yang berjuang di jalan Allah"
mursyid : "Sedang ketiga siapa?"
Malaikat : "tempat para sufi yang menjaga dari kemaksiatan duniawi"
mursyid : "lho para kyai-kyai ahli kitab di dunia dimana?"
Malaikat :"para kyai itu di peringkat setengah keempat setengah ketiga "
mursyid : "nah saya dimana lho kalau begitu?"
Malaikat : "kamu berada di peringkat kelima"
Dan akhirnya sang mursyid terbangun.
Setelah mendengar cerita sang mursyid, murid dengan nada takut bertanya :
Murid :"kalau bapak di peringkat kelima berarti masuk neraka dong?"
Mursyid : "Itu adalah pelajaran dari malaikat, agar kita berjuang di dunia ini sehingga kita bisa naik peringkat di mata Tuhan. Terserah Tuhan memberi kita peringkat yang keberapa setelah kita berjuang"
Blog ini berisi tentang lelaku sejarah kehidupan yang mencoba untuk dituliskan agar dapat bermanfaat sebagai pelajaran untuk kita bersama
Showing posts with label Sufi. Show all posts
Showing posts with label Sufi. Show all posts
Monday, 7 April 2008
Wednesday, 26 March 2008
Kolom Sufi : Sang sufi dan Tentara DI/TII
Pada tahun 2000 an, saat itu daerah ujung Jawa Timur, Banyuwangi ada kasus Ninja yang berburu "dukun santet" dengan mengancam para kyai2. Seorang laki-laki dewasa separoh baya yang mengaku anggota DI/TII (jundullah) datang ke rumah seorang sufi di kaki Gunung Penanggungan. Maka terjadilah diskusi yang diawali dengan promosi jundullah mengenai negara islam indonesia :
TII : assalamualaikum
S :waalaikumsalam
TII : saya datang kesini, membawa pesan Allah tentang rencana membentuk sebuah negara islam indonesia. Negeri yang dirahmati Allah;
S : Alhamdulillah, rahmat Allah tiada batas;
TII : Negeri islam indonesia yang kami bangun adalah negeri yang berasaskan islam, agama mayoritas negeri ini;
S : maksud sampeyan negara RI bukan negara berasaskan islam;
TII : jelas tidak. karena negeri ini berasaskan pancasila. sedangkan Allah sudah memberikan lafadz
"Dan Allah menetapkan hukum (menurut kehendak-Nya), tidak ada yang dapat menolak ketetapan-Nya; dan Dia-lah Yang Maha cepat hisab-Nya.” (QS Ar Ra’ad, 13: 41)"
S : itu benar semua, tapi dari mana anda tahu RI tidak sesuai dengan ayat diatas?anda bertemu Tuhan dimana?
TII : Itu ada di Al Qur'an, dan pancasila buatan manusia jadi tidak bisa jadi dasar negara islam kita;
S : Pakaian sampeyan buatan manusia tapi itu malah bisa menutupi aurat sesuai ayat Al Qur'an. Dimanakah sila-sila pancasila yang tidak sesuai ayat Al Qur'an, jika ada tolong sebutkan?
TII : (terdiam dan agak berpikir panjang) Yang pasti negara kita harus didasarkan pada islam agar mendapat rahmat;
S : Semoga kita tidak mendapat bencana karena menurunkan islam dari sebuah agama yang ditetapkan loh mahfudz menjadi sebuah dasar negara yang mudah dipelintirkan orang;
TII : Ya kami hanya utusan, biar anda dan rakyat selamat. Dan kami akan berjuang dengan cara apapun untuk mencapai negara islam;
S : apakah anda mempunyai SK untuk menjadi utusan itu?
TII : SK apa?
S : SK dari Allah, dan apakah ayat2 anda sudah dilegalisir sehingga bersih dari ego2 anda?
TII : (diam dan nggak menjawab)
S : Begini saja. Sekarang umat islam dihajar kasus dukun santet yang melibatkan ninja. Jika anda benar2 jundullah maka lawanlah mereka dulu nanti saya mendukungmu dari belakang?
TII : (gemetar dan diam)
S : Ya udah kalau begitu, saya yang akan melawan di depan, nanti kamu di belakang saya saja biar aman.
TII : assalamualaikum
S :waalaikumsalam
TII : saya datang kesini, membawa pesan Allah tentang rencana membentuk sebuah negara islam indonesia. Negeri yang dirahmati Allah;
S : Alhamdulillah, rahmat Allah tiada batas;
TII : Negeri islam indonesia yang kami bangun adalah negeri yang berasaskan islam, agama mayoritas negeri ini;
S : maksud sampeyan negara RI bukan negara berasaskan islam;
TII : jelas tidak. karena negeri ini berasaskan pancasila. sedangkan Allah sudah memberikan lafadz
"Dan Allah menetapkan hukum (menurut kehendak-Nya), tidak ada yang dapat menolak ketetapan-Nya; dan Dia-lah Yang Maha cepat hisab-Nya.” (QS Ar Ra’ad, 13: 41)"
S : itu benar semua, tapi dari mana anda tahu RI tidak sesuai dengan ayat diatas?anda bertemu Tuhan dimana?
TII : Itu ada di Al Qur'an, dan pancasila buatan manusia jadi tidak bisa jadi dasar negara islam kita;
S : Pakaian sampeyan buatan manusia tapi itu malah bisa menutupi aurat sesuai ayat Al Qur'an. Dimanakah sila-sila pancasila yang tidak sesuai ayat Al Qur'an, jika ada tolong sebutkan?
TII : (terdiam dan agak berpikir panjang) Yang pasti negara kita harus didasarkan pada islam agar mendapat rahmat;
S : Semoga kita tidak mendapat bencana karena menurunkan islam dari sebuah agama yang ditetapkan loh mahfudz menjadi sebuah dasar negara yang mudah dipelintirkan orang;
TII : Ya kami hanya utusan, biar anda dan rakyat selamat. Dan kami akan berjuang dengan cara apapun untuk mencapai negara islam;
S : apakah anda mempunyai SK untuk menjadi utusan itu?
TII : SK apa?
S : SK dari Allah, dan apakah ayat2 anda sudah dilegalisir sehingga bersih dari ego2 anda?
TII : (diam dan nggak menjawab)
S : Begini saja. Sekarang umat islam dihajar kasus dukun santet yang melibatkan ninja. Jika anda benar2 jundullah maka lawanlah mereka dulu nanti saya mendukungmu dari belakang?
TII : (gemetar dan diam)
S : Ya udah kalau begitu, saya yang akan melawan di depan, nanti kamu di belakang saya saja biar aman.
Tuesday, 11 March 2008
Kolom Sufi : cerita seorang pelayar
Suatu ketika ada 3 (tiga) orang yang berlayar di samudera. Ketiga pelaut tersebut berlayar untuk mencari sumber mineral yang digunakan untuk modal kehidupan di masa mendatang. Namun di tengah-tengah laut terjadilah suatu badai yang hebat sekali. Ketika terjadi badai berbagai macam tingkah dari para pelayar pada saat badai yang terjadi disertai hujan dan petir yang hebat. Salah seorang pelayar takut dan panik dalam hatinya "wah aku akan mati nih", salah seorang lagi berdoa dengan hati takut berkata "Tuhan berikan aku nyawa setahun saja untuk membesarkan anak-anakku sehingga mereka tumbuh menjadi anak sholeh", lain lagi yang satu pelayar ketiga ini tidak takut dan menyerahkan semua kepada Tuhan yang terbaik.
Di luar dugaan pelayar ketiga menceburkan pelayar pertama yang takut akan badai dan setelah itu tanpa bersalah pelayar ketiga bersiul asyik. Pelayar kedua meski heran dia tidak betindak apa-apa karena ketakutan pada badai dan hanya bisa berdoa saja.
Setelah itu, badai usai dan kedua pelayar sampai di daratan. Akhirnya mereka pun mendapatkan sumber mineral yang diinginkan. Pelayar kedua memutuskan untuk tinggal dan lupa untuk kembali ke rumah dengan asyik bersama pacar2nya yang puluhan. Sedang pelayar ketiga kembali lagi ke kampungnya hanya dengan uang seperlunya dan sebuah tawakal di hati.
Di luar dugaan pelayar ketiga menceburkan pelayar pertama yang takut akan badai dan setelah itu tanpa bersalah pelayar ketiga bersiul asyik. Pelayar kedua meski heran dia tidak betindak apa-apa karena ketakutan pada badai dan hanya bisa berdoa saja.
Setelah itu, badai usai dan kedua pelayar sampai di daratan. Akhirnya mereka pun mendapatkan sumber mineral yang diinginkan. Pelayar kedua memutuskan untuk tinggal dan lupa untuk kembali ke rumah dengan asyik bersama pacar2nya yang puluhan. Sedang pelayar ketiga kembali lagi ke kampungnya hanya dengan uang seperlunya dan sebuah tawakal di hati.
Subscribe to:
Posts (Atom)