Pages

Friday, 28 November 2008

Bendera dan Nasionalisme

rom: wong_mojosari
Subject: [dewa_19] Bendera dan Nasionalisme
To: dewa_19@yahoogroups .com
Date: Thursday, November 27, 2008, 6:41 PM

Ketika saya melihat seorang Wonder Woman memakai bikini dengan seragam Amerika, bukan saya melihat seorang yang melecehkan bendera dan negara Amerika. Saya melihat sebuah seni dan identitas diri sang wonder woman sebagai seorang Amerika atau lebih tepatnya mencintai negaranya Amerika.

Ketika seorang Cammoranessi waktu pertama kali dipanggil ke tim Azzuri Italia, dia tidak bisa menyanyikan lagu negara Italia, dia mengatakan bahwa hati nasionalismenya lebih penting daripada sebuah lafadz-lafadz yang hanya terdiri dari kata-kata.

Ketika saya melihat seorang Madura memakai baju dorang-doreng (garis-garis) merah putih, saya tidak melihatnya sebagai etnis yang melecehkan bendera Indonesia tetapi saya melihatnya etnis yang lebih mengedepankan nasionalisme daripada kesukuan semata.

Ketika seorang memakai bendera merah putih di sisi kiri mobil saat kampanye (jelas melanggar peraturan), atau pula disejajarkan dengan bendera partai plus diberi iklan-iklan dengan janji-janji yang menipu jutaan rakyat, saya melihat bahwa itu bukan bendera negara yang
melambangkan nasionalisme tapi tak lebih dari bendera merek dagang.

Ketika seorang pejabat melakukan ritual untuk upacara bendera setiap hari kemerdekaan, tetapi setiap hari melakukan kegiatan korupsi, maka saya melihat upacara itu bukan lagi ritual nasionalisme, tapi saya melihat dia menghina bendera negara Indonesia, negara yang memberinya makan.

Ketika Seorang pakar telematika mengaku menemukan lagu asli Indonesia Raya, padahal dia tidak bisa (dan pastinya bukan pencipta lagu) maka saya pastikan dia bukanlah sang nasionalis sejati tetapi hanya sebagai yang mengaku nasionalis atau lebih tepatnya sok nasionalis (padahal tidak).

Ketika video klip Bendera dari Cokelat yang dipasang di kendaraan bukan di upacara, saya melihat bukan acaranya tapi semangat nasionalismenya.

Ketika Dhani membuat video klip Perempuan paling cantik di Indonesia dengan bendera Indonesia dan lambang Dewa yang baru, maka saya tidak melihat pada segi formalitas, tapi dari segi semangat nasionalisme yang dibungkus oleh seni yang tinggi.

Nasionalisme dan Bendera masih relevan. Nasionalisme dan formalitas,tidak relevan. Inilah kenyataannya, atau memang kebanyakan elit politik kita (yang mau maju ke senayan kualitasnya sudah hanya formalitas dan tidak pantas untuk jadi pemimpin. Sepertinya hal itu
memang fakta yang tak terbantahkan.

Baladewa

No comments:

Chatt Bareng Yuk


Free chat widget @ ShoutMix