Pages

Wednesday, 28 May 2008

laporan Badan Pimpinan Lajnah Imalillah Jemaat Ahmadiyah Indonesia

Bismillahirrahmanirrahim
laporan Badan Pimpinan Lajnah Imalillah Jemaat Ahmadiyah Indonesia
TENTANG KEKERASAN TERHADAP IBU DAN ANAK AHMADIYAH 24 Mei 2008

Assalamut alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh
SELAMATKAN IBU DAN ANAK AHMADIYAH DAR I KEKERASAN

Penyerangan ke sekitar 17 perkampungan Ahmadiyah yang dllakukan secara tidak manusiawi oleh segelintir masyarakat berupa pembakaran serta penyegelan mesjid dan musholla, pengrusakan madrasah, rumah dan kendaraan milik warga, serta penjarahan harta kekayaan telah menimbulkan kerugian materi yang amat besar.

Selain dampak materi, menyebabkan pula dampak immaterial yang sangat dalam berupa dampak sosial yang menghancurkan sendi-sendi hak asasi manusfa, terutama yang sangat menderita ialah ibu dan anak Ahmadiyah, antara lain:
1.Secara umum seluruh warga Ahmadiyah sampai saat ini merasa belum
mendapat jaminan :
a.Untuk bebas memeluk agama dan beribadah sesuai UUD 1945 pasal 28E ayat 1 dan 2,
b.Untuk bebas dan penyiksaan dan perlakuan yang tidak manusiawi sesuai UUD 1945 pasal 28G ayat 1 dan 2,
c.Untuk mendapat peogakuan, perlindungan dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sarna dihadapan hukum sesuai UUD 1945 pasal 28D ayat 1 serta pasal 28I ayat 2.
2.Khusus mengenai ibu-ibu Ahmadiyah, selain mengalami hal-hal tersebut diatas, juga mengalami hambatan/kesulitan dalam kehidupan sehari-hari, antara lain:
a.Tidak dapat melaksanakan dengan baik fungsi sebagal Ibu untuk membesarkan dan mendidik anak agar dapat membentuk generasi penerus yang berguna untuk bangsa dan negara;
b.Tidak mendapatkan hak atas penghidupan yang layak disebabkan adanya diskriminasi berdasarkan agama.

3.Anak-anak Ahmadiyah mengalami diskriminasi di lingkungan sekolahnya yang pelaku tindakannya adalah sesama murid, guru, maupun institusi sekolah sendiri sehingga mereka kehtlangan rasa aman dalam memenuhi hak asasinya atas pendidikan.
Tindakan-tindakan kekerasan yang terjadi menggambarkan hal yang tidak mendidik bagi anak-anak. Apa yang akan diberikan sebagai pelajaran kepada anak bangsa dengan membakar rumah ibadah. Hal ini hanya akan memberikan nilai anarkis. Undang-undang perlindungan anak tidak membenarkan hal ini walaupun alas nama agama.
4.Penderitaan batin dan fisik yang amat berat terutama dialami oleh warga Ahmadiyah yang terpaksa berkali-kali mengungsi karena rumahnya berulang kali rusak. diantara mereka ada yang sudah 2 tahun tinggal ditempat pengungsian yang tidak layak, karena aparat belum mengizinkan dan tidak menjamin keselamatan mereka apabila kembali ke tempat asalnya.
Sehubungan dengan hal tersebut kami mohon kepada institusi lembaga terkait untuk :
1.Menegakkan hukum yang tegas kepada para pelaku penyerangan sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku;.
2.Menyikapi dengan tegas tentang hak-hak asasi setiap warga negara Indonesia termasuk warga Ahmadiyah yang dijamin didalam UUD 1945.
3.Melindungi anak Ahmadiyah sebagai bagian dari anak-anak Indonesia sebagaimana hasil dari Konvensi hak anak-anak sedunia pada tanggal 20 Nopember 1989 yang disahkan oleh Majlis Umum PBB, yang menyatakan bahwa anak harus dipersiapkan seutuhnya dalam suatu kehidupan individu dan masyarakat serta dibesarkan dalam semangat cita-cita perdamaian, kehormatan, tenggang rasa, kebebasan dan solidaritas.
4.Mengembalikan warga Ahmadiyah yang masih tinggal di tempat pengungsian ke tempat tinggal masing-masing dalam keadaan aman, dan hak-haknya terpenuhi sebagaimana warga negara yang lainnya.

Selanjutnya kepada lembaga-lembaga masyarakat yang berpengaruh diharap agar proaktif memberi pendidikan kepada anggotanya tentang nilai-nilai pluralisme dan hak-hak asasi manusia.
Akhirnya kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan dalam segala macam bentuknya, kami memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya. Semoga dengan karunia Allah perjuangan kita tidak terhenti sampai cita-cita kemanusiaan tercapai sehingga seluruh warga negara Indonesia dapat hidup bersama secara damai menikmati keadilan dalam persatuan dan kesatuan yang utuh. Amin.

Wassalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuhu,


Jakarta, 24 Mei 2008
Ketua Lajnah Imalillah Indonesia

TTD

Hj. Syarifatunnisa Makih

Sumber :
Laporan Pemantauan HAM Komnas Perempuan “Perempuan Dan Anak Ahmadiyah: Korban Diskriminasi Berlapis" 22 Mei 2008

No comments:

Chatt Bareng Yuk


Free chat widget @ ShoutMix